Lima Tanda Hiperaktif pada Orang Dewasa

Gangguan hiperaktif, bukan hanya terjadi anak-anak saja, tetapi juga orang dewasa. Sekitar empat persen orang dewasa mengalami attention
deficit hyperactivity disorder (ADHD) atau yang lebih dikenal dengan hiperaktif,
dan tidak terdiagnosa. Sekitar setengah dari anak-anak dengan gangguan hiperaktif, akan tetap
memilikinya saat dewasa. Diagnosa hiperaktif saat dewasa ternyata sangat
penting. “Itu karena orang dewasa yang hiperaktif cenderung sering mengalami
kecelakaan, kehamilan tidak direncanakan dan melakukan kekerasan,” kata
Martin W. Wetzel, MD, asisten profesor psikiatri dari University of
Nebraska Medical Center, seperti dikutip dari Health.com Untuk mengetahui apakah seorang dewasa mengalami gangguan hiperaktif,
Anda bisa melihat lima tanda berikut. Tetapi untuk diagnosa medis yang lebih
akurat, sebaiknya berkonsultasi dengan psikolog atau psikiater. 1. Sering gelisah Anak-anak dengan ADHD mungkin akan terlihat sangat terlalu enerjik, tetapi
orang dewasa justru akan sering merasa tegang dan gelisah. Orang dewasa
tidak menunjukkan tanda-tanda yang lebih jelas, seperti berlari dan melompat. “Hiperaktif pada dewasa akan terlihat lebih halus yaitu dalam bentuk
kecemasan,” kata Colette de Marneffe, PhD, seorang psikolog klinis. 2. Hubungan pribadi selalu bermasalah Hubungan yang baru dijalin pasti akan menimbulkan perasaan senang dan
menggebu-gebu. Tetapi itu semua perasaan itu bisa hilang dalam waktu singkat
pada orang dewasa yang hiperaktif, justru ketika hubungan dalam keadaan
stabil. “Seringkali orang dewasa dengan ADHD benar-benar mengalami kesulitan
dengan transisi. Ketika hubungan menjadi lebih stabil dan dapat diprediksi,
konflik cenderung muncul,” kata de Marneffe. 3. Si pencari risiko Orang dengan ADHD selalu tertarik dengan kegiatan yang merangsang
adrenalin. Mereka mungkin terlibat dalam perilaku berisiko, seperti kebut-
kebutan, berjudi, bahkan perselingkuhan. Hal terpenting adalah menyalurkan keinginan bersenang-senang dalam suatu
kegiatan yang tidak membahayakan kehidupan pekerjaan dan keluarga.
Menurut Marneffe, kegiatan seperti parasailing, bungee jumping atau
petualangan adalah pilihan yang lebih baik. 4. Fokus mudah terpecah Anda sedang menelepon seseorang tetapi pikiran Anda memikirkan hal lain
yang tidak berkaitan. Dan, hal itu seringkali terjadi, hingga Anda tidak bisa
melanjutkan percakapan. Seseorang dengan ADHD, sulit untuk mempertahankan pikiran untuk tetap
fokus pada suatu masalah. Hal-hal tak penting seperti suara, gerakan, hingga
lamuna, bisa dengan mudah merusak fokus perhatian. 5. Impulsif Jika Anda selalu mengatakan apa yang ada di pikiran tanpa mempertimbangkan
konsekuensinya, itu adalah salah satu tanda ADHD. Bertindak lebih karena
dorongan hati, daripada pemikiran, dapat menyebabkan masalah dengan
keluarga dan lingkungan sekitar. Contohnya seperti, tiba-tiba berhenti bekerja
atau pergi lama tanpa memberi tahu pasangan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: