Ortu Bangkrut, Selly Ngutang Sana-sini

Lasiyo (40), paman Selly Yustiawati alias Rasellya Rahman Taher (26) tersangka dugaan
kasus penipuan, memberikan kesaksian kepada penyidik Polres Bogor Kota, Selasa (5/4/2011) siang.

Kata Lasiyo, keponakannya itu tidak menipu, tapi hanya soal pinjam-meminjam yang belum bisa dikembalikan.
Lasiyo diperiksa sebagai saksi meringankan bagi Selly yang juga keponakannya itu. Warga Jalan Cileduk Rata RT 1/6,
Petukangan, Jakarta Selatan, itu dicecer dengan 12 pertanyaan oleh penyidik.
“Ini inisiatif saya sendiri, Selly keponakan saya,” ujar Lasiyo, seusai memberikan keterangan kepada wartawan, Selasa.
Lasiyo menjelaskan, ia memberikan keterangan seputar kasus yang menimpa keponakannya itu. “Saya sampaikan ke penyidik kalau
kasus Selly bukan penipuan, namun masalah pinjam-meminjam uang,” ujarnya.
Pertanyaan yang diajukan penyidik, katanya, adalah seputar hubungan dirinya dengan Selly serta persoalan utang piutang
keponakannya tersebut dengan orang lain. Di mata Lasiyo, apa yang dilakukan Selly karena masalah gaya hidup. Sejak kecil orangtua
Selly selalu memenuhi semua kebutuhannya.
“Pas usaha orangtuanya menurun sedang gaya hidup tidak menurun, makanya untuk memenuhi gaya hidupnya Selly pinjam sana
pinjam sini,” bela Lasiyo.
Karena itu, katanya, pihak keluarga akan menyelesaikan masalah utang piutang itu. “Kami juga sudah membuka posko pengaduan jika
ada yang merasa punya masalah keuangan dengan keponakan saya,” katanya.
Sementara itu, kuasa hukum Selly, Ramdhan Alamsyah, mengatakan, pihaknya akan menggugat pembuat akun Facebook yang
menggunakan nama kliennya. Dalam Facebook yang beredar saat ini terdapat dua akun atas nama Selly, yaitu Selly Yustiawati dan Selly
Penipu.
“Terhadap penggunaan foto, nama, ataupun identitas terkait klien kami itu telah menyebabkan kerugian bagi klien saya, baik secara
moril serta nama baiknya dicemarkan,” ujar Ramdhan di Mapolres Bogor.
Pada akun Selly Penipu di jejaring yang sama, kata Ramdhan, merupakan pendiskreditan dan pembunuhan karakter terhadap pribadi
Selly. “Pengadilan yang akan menentukan Selly bersalah atau tidak,” tukasnya.
Karena itu, katanya, sebagai warga negara, Selly akan melaporkan secara pidana tentang keberadaan account tersebut kepada pihak
yang berwajib. “Kami akan melaporkan hal tersebut ke Polda Metro Jaya, sebagai mana diatur dalam KUHP dan UU ITE,” tukasnya.
Saat ditanya sejak kapan kedua akun tersebut muncul di Facebook, Ramdhan belum bisa memastikannya. “Kami juga masih melakukan
penelitian,” katanya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: